PENDAMPINGAN DAN SARASEHAN ALUMNI JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS :: Workshop Prodi Manajemen Bisnis Syariah Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dengan tema "MENYAMBUT TANTANGAN BISNIS ERA PERSAINGAN KERJA DENGAN KREATIF ENTREPRENEURSHIP BERBASIS SYARIAH" :: Peserta undangan dari masyarakat sekitar kampus STAIN Kudus yang hadir dalam Workshop Prodi MBS tahun 2016. :: Workshop Prodi MBS " Membangun Etika Bisnis Dalam Islam " Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Kudus tahun 2016. :: Fresh Graduate Prodi MBS yang diundang sebagai peserta tidak mau melewatkan kesempatan dialog interaktiv dengan para narasumber. Seminar Prodi MBS "Strategi Meraih Peluang Kerja" dilaksanakan Pada 25 April 2016 di Aula lantai.3 Gedung Rektorat. ::

OJK Targetkan Pusat Keuangan Syariah Internasional Launching Awal 2017

Diposting oleh : MBS - STAIN KUDUS
Kamis, 12 Januari 2017 - 08:44:56 WIB


Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad menargetkan launching Jakarta International Islamic Financial Center akan dilakukan paling lambat pada Januari 2016.
Saat ini, Muliaman mengatakan pihaknya masih mendesain pusat keuangan syariah itu. Dia mendeskripsikan bentuk dari hal tersebut akan serupa dengan kawasan ekonomi khusus (KEK) berbasis syariah, namun tanpa adanya kawasan secara fisik.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad. - Bisnis.com
“Jadi KEK syariah lah, nantinya akan ada insentif. Tapi tidak perlu secara fisik ada pagarnya,” katanya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (23/12/2016).
Tempat itu akan menjadi pasar khusus yang memuat produk-produk syariah, mulai dari asuransi syariah, pasar modal syariah, bank syariah dan lain sebagainya.
“Intinya, kita ingin ini menjawab keperluan-keperluan lokal. Ini masih didesain dan soal aturannya juga tengah di linked-kan. Misalnya apakah perlu POJK saja atau bagaimana,” ujarnya.
Dalam Silahturahim dengan Stakeholder Sukuk Negara di Istana Negara, Kepala Negara mendorong agar canangan Pusat Keuangan Syariah Internasional yang berbasis di Jakarta bisa segera terealisasi untuk meningkatkan penetrasi industri keuangan berbasis hukum Islam tersebut.
“Yang saya dengar baru digodok di OJK, nanti akan disampaikan kepada saya. Karena memang potensi dan kekuatannya kita miliki, kenapa tidak kita manfaatkan,” ujarnya.
Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasar industri keuangan syariah saat ini hanya 5% dari industri keuangan nasional atau masih sangat jauh dari potensi yang bisa dikembangkan

Oleh : Irene Agustine


Pengumuman

>> Lihat Semua Pengumuman

Agenda

>> Lihat Semua Agenda

Download

Video Youtube